Riau Pos, Rabu 26/3/08
BENGKALIS (RP) - Wetry Pebrina (30) dosen Sekolah Tinggi Teknologi Dumai, tampil sebagai juara pertama lomba menulis, sempena Pekan Maulidurrasul 1429 Hijriah, yang ditaja Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, bekerja sama dengan Pemkab Bengkalis.
Penulis aktif yang telah menghasilkan dua buah cerpen terbitan Jakarta tersebut, menjadi yang terbaik dari sekitar 50 karya tulis yang masuk ke meja panitia. Wetry menulis fiksi dengan judul Cobaan, berkisah tentang keluarga seorang ustad yang sederhana namun kemudian ‘ingkar’ karena sibuk mengurusi harta. Sebetulnya, pesan yang ingin disampaikan penulis dalam tulisannya adalah, sulitnya mengaplikasikan keteladanan Rasulullah, kendati keluarga ustad itu hanya tinggal di desa terpencil.
Sedangkan juara kedua diraih Bagus Santoso dari Bengkalis. Santoso mengangkat tulisan Ayat-Ayat Cinta (Mengatualkan Islam se- Hari-hari). Kendati hanya meraih tempat ke dua, namun sejumlah dewan juri mengaku memberikan apresiasi kepada mantan wartawan Riau Pos Group ini. Di tengah kesibukan yang begitu padat, Wakil Ketua DPRD Bengkalis ini masih memiliki kesempatan membuat sebuah karya tulis.
“Terus terang saya kagum, sangat sedikit sekali orang yang bisa menulis ketika berbagai kesibukan menyertainya. Karena untuk membuat sebuah karya tulis kendati hanya lima halaman, itu memerlukan waktu khusus. Mudah-mudahan ini bisa memacu kita semua untuk gemar dan belajar menulis,” ungkap Ketua MUI Bengkalis Masdaruddin MAg.
Santoso sendiri, ketika dihubungi untuk dimintai pendapatnya, sambil tertawa mengatakan, bahwa berda’wah itu bisa dilakukan siapa saja. “Saya tidak melihat ini sebagai sebuah perlomabaan. Hitung-hitung mengasah bakat lama. Dan berdakwah itu kan bisa dilakukan siapa saja, dan saya menangkap hal itu dalam gawean MUI kali ini,” ungkap dosen STAI Bengkalis yang masih aktif menulis di sejumlah media ini.
Sementara juara ketiga diraih Lailatul Badriah. Mahasiswa STAI Bengkalis ini mengangkat tulisan dengan judul Sang Idola di Era Globalisasi. Untuk juara haparan 1 diraih oleh M Rizal, dengan judul tulisan Muhammad Bukan Idola Biasa, harapan II Meri Agustina dari Kecamatan Mandau, dengam judul tulisan Mereka Sungguh Berani, terakhir harapan III diraih Dewi Handayani, juga mahasiswa STAI Bengkalis dengan judul tulisan Islam Dulu Kini dan Akan Datang.
Dalam pada itu tiga orang dewan juri yang memeriksa sejumlah tulisan hampir saja kecolongan, pasalnya salah satu karya tulis sudah dinyatakan sebagai pemenang oleh juri. Ketiganya sepakat bahwa salah satu tulisan yang dikirim oleh penulis di luar Kabupaten Bengkalis sebagai pemenang.
Beruntung ketika itu ada panitia yang menyerahkan tulisan tersebut kepada ketua MUI Kabupaten Bengkalis Masdaruddin. Belum selesai membaca, Masdar berani mengatakan tulisan tersebut adalah buah karya Jalaluddin Rakhmat, yang dijiplak oleh penulis dalam salah satu buku karya tokoh terkenal itu.
Benar saja, ketika buku yang dimaksud diambil dan dibaca bersama-sama, hampir seluruh kata dan kalimat dalam buku tersebut dijiplaknya. “Beruntung Ketua MUI pernah membaca buku itu, kalau tidak kami sudah melakukan kesalahan,” kesal Musa Ismail, salah seorang dewan juri sembari mencoret nama penulis yang mengirimkan tulisan hasil jiplakan.(evi)
Maret 27, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar