Pengikut

Maret 30, 2008

Sajak Senja

Remang
Senja gulana
Angin mengirim miris
Ada urai air mata
Tercekat dalam sebak
Dan tangis tertahan
Gerimis merinai
Siang usai

Kenapa harus kepada senja
Aku luahkan segala gulana?
Sementara malam setia mengirim cekam
Pada gigil penghabisan
Apa karena aku percaya bahwa diujung malam
Hari baru akan dimulai?

4/3/08

Tidak ada komentar: